Membangun Karakter Anak melalui Dongeng hari 3

Seharian ini agenda kami meneruskan berbenah rumah yang masih belum selesai sejak 3 hari lalu, papa membereskan perpustakaan, saya dan si kecil membereskan perpustakaan mini punya si kecil. Baru menjelang magrib barang2 sudah mulai rapi. Saya nggak sempat mendongeng untuk si kecil karena badan sudah capek, dan sebelum tidur dia melihat film kesukaannya. Tadi siang[…]

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng hari 4

Sore ini sambil menunggu papa pulang kerja, saya dan si kecil melihat film kartun berang2 di tv. Ada tulisan “baby beavers”. Pas si kecil tanya “beavers” tuh apa ma? Karena saya nggak tahu, saya terus bilang, ayo kita cari di mbah Google. Ternyata beavers itu berang2. Setelah melihat gambar kartun di internet, jadi keterusan melihat[…]

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng hari 5

Melanjutkan cerita Domo kemarin. Setelah melihat gambar Domo kemarin, si kecil sangat bersemangat dan senang dengan tokoh Domo yang merupakan tokoh baru buat dia. Kali ini gambar yang dilihat adalah gambar Domo dengan ular yang ada di tangannya. Dia meminta untuk didongengkan tentang Domo lagi. Pada suatu hari, Domo sedang berjalan2 kembali di padang rumput[…]

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng hari 6

Mendongeng hari ini saya lakukan menjelang si kecil tidur. Karena siang tadi dia melihat film tentang buah2an, jadi saya mencoba menjadikan buah2an sebagai bahan dongeng saya malam ini. Saya mulai dengan cerita : Ada sepiring buah2an di meja makan, buah2an itu terlihat sangat enak, ada buah pisang, apel, mangga, strawberry, anggur. Buah2 itu sudah dicuci[…]

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng hari 7

Hari ini saya tidak sempat mendongeng untuknya. Tadi siang kami hanya sempat mengobrol sedikit mengenai cita2nya. Sambil melihat buku hasil karyanya yang baru kemarin di jilid hard cover. Saya tanya padanya, apa besok dia ingin menjadi perancang truck mercy, jadi kerjanya hanya menggambar truck2 yang akan dibuat di pabrik mercy. Tapi dia bilang dia pengen[…]

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng hari 8

Hari ini seharian dari pagi kami ikut papa kerja lagi. Kali ini kerja papa di daerah gunung Ungaran. Tidak sempat mendongeng seperti biasanya hanya bercerita saja tentang gunung. Kami sudah lama merencanakan untuk naik gunung ber 3, kemah di gunung. Tapi tiba2 si kecil bilang kalau dia nggak jadi naik gununb, karena takut kalau tiba2[…]

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng hari 9

Si kecil mengeluhkan kalau p**** nya sakit, apalagi kalau buat pipis. Sebenarnya saya agak trauma karena dulu dia pernah sakit perut dan panas karena sering nahan pipis. Papanya langsung mengambil lampu kecil untuk melihatnya. Ternyata ada yang lecet jadi membuatnya sakit apalagi kalau kena air pipis. Saya pun segera mengambil obat andalan keluarga kami. Kemudian[…]

Review materi dari kelompok 2 (Andini, Maya Amelia, Winda P) PENTINGNYA FITRAH SEKSUALITAS UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN LGBT DENGAN PENDIDIKAN SEKS PADA KELUARGA

Untuk mencegah pengaruh LGBT pada anak2 kita, peran orang tua adalah yang paling penting. Fitrah seksualitas pada anak ditumbuhkan dengan kehadiran ayah dan ibu secara utuh dari anak lahir sampai aqilbaligh, selain itu untuk mencegah pengaruh LGBT dari berbagai sumber, orang tua dan sekolah harus berubah dari paradigma dan praktek pendidikan berbasis akademis kepada pendidikan[…]

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng hari 10

Seelah sholat maghrib rasanya pengen jalan2, walaupun cuaca lumayan dingin. Setelah semua siap berangkat, ternyata ban motor kami kempes. Sempat mau membatalkan jalan2, tapi papa kemudian mengambil pompa manual dan memompa. Yuk kita tetap jalan aja, sekalian nyari tambal ban. Sambil menunggu ban ditambal, kami ngobrol2 ber 3. Si kecil menanyakan tentang surga, siapa orang[…]

Review materi dari kelompok 3 (Aneke Putri, Mayang Septaning Ayu) MEMAHAMI FITRAH SEKSUALITAS UNTUK MENCEGAH KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK

Ada beberapa tahap dalam mengawal pendidikan seksualitas pada anak, usia 0 – 2 tahun (harus dekat dengan ibunya, karena masih dalam tahap menyusui), usia 3 – 6 tahun (pada usia ini anak harus dekat dengan kedua orang tuanya), usia 7 – 10 tahun (pada usia ini dekatkan anak sesuai gendernya. Anak laki-laki, maka dekatkan dengan[…]